![]() |
| Jatuh Hati (part 10) |
"Tidak ada yang sempurna sampai kamu jatuh cinta dengan mereka."
Plot-nya adalah aku tidak pernah jatuh cinta kepada mereka selain hanya sebatas jatuh hati, itu pun terjadi jika aku yang mau dan semuanya berlaku hingga aku yang memutuskan juga dalam ranah kapasitasku.
---
Punya 3 blog rudet juga. Yang satu tidak mungkin dan tidak akan pernah di spill, yang satu lagi Hidupku Just My Life aka "Nugraha is My Name" dengan alur cerita yang membosankan karena aku tidak bisa share di WhatsApp, tentu saja. Dan blog yang ini khusus ceritaku bersama orang-orang yang besar kemungkinannya akan selalu ada di setiap tulisan yang aku post.
Sudah beberapa hari ini aku bertemu dengan orang di part ke 7.
Aku pernah berkata agar kita mengalir saja, tidak perlu saling menggenggam. Aku takut nanti ada yang patah hati lagi. Kalau kamu butuh, aku ada. Kalau kamu rindu, aku disini. Hiduplah seperti sebelum kamu mengenalku. Karena aku pun akan memperlakukanmu seperti itu.
Tapi memang salahku yang tidak pernah menutup hati untuk siapa pun. Bahkan dengan terang-terangan aku juga mengatakan untuk menerima yang datang entah siapa pun itu, termasuk kamu.
Kita sudah pernah membuat cerita, dan aku pikir ceritaku bersamamu sudah usai. Tapi pada kenyataannya berkali-kali kamu selalu mendatangiku tanpa kontak atau kabar bahkan permisi terlebih dahulu, hingga menapakkan kedua kakimu di depan pintuku.
Aku tidak bisa mengabaikan muka memelasmu itu, aku tidak bisa pura-pura tidak mengenalimu, aku tidak bisa membohongi perasaanku yang dengan sadar bahwa ketika aku sedang bersama orang lain pun terkadang masih memikirkanmu.
Aku bukan pribadi yang munafik untuk mengakui bahwa kamu juga sama seperti mereka. Mereka yang sama-sama masih dengan jelas berada dan tinggal dalam ingatan juga pikiranku bahkan dalam hatiku. Aku bisa dengan mudah untuk mengingat nama-nama kalian dari saat pertama aku mengenal apa itu kehidupan sampai ketika aku tidak lagi peduli apa itu rasa bahagia dan rasa sedih, hingga berakhir dengan langkahku yang tau dan mengerti bahwa cinta adalah hal terpenting yang harus aku hindari, dan aku mampu melakukannya. Karena aku bisa menyayangi seseorang dengan sebatas bukan lantas, karena semuanya hanya sebatas jatuh hati bukan lantas jatuh cinta.
Hari Jum'at tanggal 7 Juni jam 2 siang, kamu datang dengan wajah muram yang sedikit tertutupi oleh gerimis kecil kota Bandung.
Dengan sengaja kamu membawa si Angga bocah kematian yang datang ketika butuh duit buat jajan doang, mungkin kamu jemput dia dulu agar aku tidak ada alasan untuk tidak membukakan pintu 'kan?
"Om, si Om Fz poho deui kadieu cenah. Om menta duit." ------ Wtf!!!
Sejak kapan kamu dimensia?
Bulan Mei juga rasanya baru berlalu beberapa hari. Masih ingat jelas rasanya kamu selalu duduk bersila memandangi jendela. Atau spot dimana kamu selalu bersandar sambil mendengarkan lagu juga bercerita bagaimana keadaanmu selama ini.
Ayolah! Kenapa setiap kali bertemu sisi kekanak-kanakanmu selalu terlihat jelas? Selalu!
Setelah bercerita semuanya, seperti biasa kita selalu menghabiskan waktu untuk mengelilingi tempat-tempat yang biasa kita datangi dulu. Tempat dimana terkadang ketika aku melewatinya bersama orang lain pun tidak pernah hilang ingatan bersamamu.
Mungkin akan terdengar berlebihan, tapi pada kenyataannya ketika aku bersamamu pun aku masih bisa memikirkan orang lain.
Aku sudah bukan di fase ingin menemani kesedihan dan kegembiraan orang lain lagi, karena semuanya hanya seperti udara bagiku.
Kalian memang ada, tapi aku tidak mampu untuk menggenggam, kalian memang aku butuhkan tapi aku tidak bisa melihat, aku tidak bisa menolak apalagi mengabaikan atau berlagak seolah kalian tidak pernah memberiku kehidupan, karena faktanya adalah kalian pernah ada disaat aku sedang hancur dan membantuku untuk kembali bangkit walaupun kemudian langkahku kembali tak lagi terarah karena mataku seperti anjing yang lapar.
Aku bukan orang yang tepat untuk kembali dijadikan sebagai pasangan apalagi diajak untuk sebuah komitmen. Karena aku tidak mementingkan hal-hal seperti itu lagi.
Makanya aku sudah mengatakan bahwa kita tidak perlu saling menggenggam lagi, aku takut akan ada hati yang patah lagi, entah itu hatiku atau hatimu. Tapi, kalau kamu butuh teman untuk berbicara dalam keadaan apapun, kamu tau dimana aku berada. Kalau kamu perlu orang untuk sebuah nasihat, aku selalu berusaha bijak entah itu sebagai teman atau kakak dan mungkin berlagak seperti ahli ibadah walau sesaat.
Kamu cukup mengenalku dalam hal berkamuflase 'kan?
Kamu fokus saja dengan orang yang baru, aku juga sedang belajar untuk fokus dengan kehidupanku dan beberapa orang yang lama juga yang baru.
See you.
---
Pada akhirnya, yang benar-benar penting adalah bagaimana kamu menjalani hidupmu sendiri. Jadi lanjutkan, nikmatilah, jadilah orang yang kamu inginkan selama itu tidak merugikan orang lain.

No comments:
Post a Comment