![]() |
| Garut, 11 April 2024 |
... aku juga sudah mengatakan kepadanya bahwa aku akan ada untuknya jika suatu saat dia membutuhkanku seperti biasanya dalam hal apapun itu. Itu rencana awalannya, tapi...
---
Tidak perlu sampai dia mengatakan isi hati yang sebenarnya pun, semua sudah tersirat dan terlihat dari mata dan sikapnya yang dengan jelas tidak pernah menganggapku dengan nyata.
Mungkin aku akan sedikit terluka karena kembali memendam segala rasa.
Aku juga tidak akan pernah mengharapkan rasa yang tidak pernah ada meskipun sempat aku juga.
Karena aku tau bahwa sampai kapanpun kamu tidak akan pernah menjadi untukku.
Seiring berjalannya waktu semakin aku paham dan mengerti, ternyata untuk memahami pola pikir seseorang itu cukup sederhana.
Kalau dia tidak begitu memperjuangkanku, berarti dia tidak begitu membutuhkanku dalam hidupnya. Kalau dia tidak ingin terlalu tau tentang hidupku bahkan tidak menanyakan kabar juga tidak menghubungiku, artinya dia tidak menginginkan perjuanganku. Kalau dia membuatku bingung dengan sikapnya, artinya orangnya bukan aku atau mungkin orangnya memang aku tapi ada di pilihan yang kesekian. Dan ketika seseorang menjadikan diriku sebagai pilihan, aku akan membantunya mempersempit pilihannya dengan menghilangkan diriku dari pilihannya.
Aku akan belajar untuk menjauh saat sadar bahwa aku sedang diabaikan, aku juga akan belajar untuk mengambil jarak saat sadar bahwa aku sedang tidak dipedulikan.
Akan mencoba untuk belajar mengatakan tidak saat aku tau bahwa aku hanya dicari jika diperlukan.
Aku paham posisiku.
Maka dari itu aku tidak ingin mengganggu orang yang sudah berusaha untuk menghindariku. Dia memang tidak mengatakan untuk menghindar, tapi aku manusia sensitif yang sangat amat peka hingga aku bisa merasakan, ternyata selama ini dia menghindariku. Tidak mengapa biar semua ini aku tulis sendiri disini, dan dia tidak perlu hilang karena aku tidak akan datang, tidak perlu pergi karena aku akan mundur, tidak perlu berlari karena aku sudah berhenti.
Jika suatu hari nanti aku dan dia kembali menjadi orang asing, tidak apa-apa. Bukan berarti aku membenci atau melupakannya, tapi justru aku mengembalikan hidup dan kedamaiannya tanpa bayang-bayangku lagi. Aku ingin dia menjalani hidup dengan cara yang pantas untuk dia dapatkan.
Bertemu dan jatuh hati kepadanya bukanlah sebuah kesalahan. Itu adalah cara Dia untuk memberi pelajaran yang bisa kami bawa seumur hidup.
Aku pernah mengenalnya dengan hati, bukan dengan mata.
Aku pernah menyayanginya dengan jiwa, bukan dengan kata.
Mungkin aku juga ada di tahap hampir akan mencintainya dengan perasaan, bukan dengan logika.
Aku pernah memilihnya bukan karena suka, tapi karena caranya yang membuatku nyaman yang luar biasa.
---
Ketika aku sudah berusaha dan berhasil melupakan dia untuk kedua kalinya, apakah akan ada hari dimana aku kembali luluh hanya karena ada pertemuan yang berlangsung tanpa pernah kita kira seperti sebelumnya?
Aku berharap tidak akan pernah bertatap muka dengannya lagi, karena benteng pertahanan hatiku tidak sekuat itu saat di dekatnya, di hadapannya.

No comments:
Post a Comment