Laman

Friday, 10 May 2024

Jatuh Hati (Part 1)



Plot twistnya adalah aku tidak pernah jatuh cinta kepadanya, aku hanya mengagumi dan jatuh hati. Karena saat itu aku hanya sedang kesepian dan kebetulan ada dia. Hingga akhirnya aku kembali pergi seolah semua tidak pernah terjadi, itu rencananya. 

Tapi kenyataannya menjadi terbalik, sekarang aku yang malah jatuh hati kepadanya.

Lantas, bagaimana kalau sampai selamanya aku tidak bisa melupakan dia?


Aku lebih memilih untuk menghabiskan waktu seumur hidupku untuk bertemu dengan orang yang baru dan berakhir dengan ketidakcocokan lagi dan lagi, dibanding harus terus bertemu dengannya tapi aku harus selalu membohongi perasaanku yang sebenarnya. 

Dunia ini hanya satu, aku tidak mungkin berlari pergi dari kehidupan ini hanya karena dia yang terus membayangi. Fokusku tidak pernah lagi terbagi, hanya ada dia di balik mataku selama ini.


Merindukannya seisi dunia, melihatnya dengan tidak sengaja bahkan hanya sepintas seujung mata, lalu kembali merasakan beratnya karena harus menunggu kesempatan itu datang kembali.


Aku tidak ingin hidup bersamanya, jika ditanya:

Memangnya jika ada kesempatan bersama, apa yang akan aku lakukan? Jawabannya tidak harus dengannya, jika aku bertemu dengan orang lain pun aku harus memulai semuanya dari awal lagi dan lagi, dan aku belum siap untuk itu. 

Maka aku tidak ingin hidup bersamanya, yang aku mau hanyalah ingin dekat dengannya saja. Ya, aku hanya ingin sebagian dari dirinya ada dalam hidupku. Beberapa saat dalam kesehariannya, satu atau dua patah kata bersamaku ditengah obrolan dia dengan orang lain di hidupnya, kehadiran dia di tengah perjalanannya bersama orang yang lain. Aku tidak pernah ingin memilikinya sama sekali. Aku hanya ingin dekat dengannya saja. Egois memang. 

24/7 dia ada dalam pikiranku. 

Hatiku terus menggerutu membicarakan tentangnya. Kepalaku terus menerus menyertakan bayangan wajahnya di tengah semua permasalahan yang sedang aku pikirkan. 

Dan hampir semua tulisanku terinspirasi olehnya, oleh dirinya. Dirinya yang memikirkanku saja entah sengaja atau hanya kebetulan pada saat membaca pesan dariku saja. 


Aku masih penasaran apa yang akan terjadi dengan ujung dari semua ini. 

Karena baru kali ini aku mengenal seseorang dengan yang katanya tidak ada yang namanya kebetulan, lalu dekat dan mendalam hingga harus berusaha melupakan bahkan sudah ada di tahap ingat namanya dalam hari-hariku saja tidak pernah, hingga akhirnya harus bertemu dengan cara yang katanya tidak ada yang namanya kebetulan lagi, lalu semua hal dan usahaku yang pernah aku lakukan untuk melupakannya percuma dan sia-sia. 


Lalu untuk apa semua ini? 


Dalam anganku ingin menyudahi yang sudah bertahun-tahun bersama. 7 tahun memang bukan waktu yang sebentar, tapi bukan waktu yang lama juga jika dilihat dari apa yang pernah kita jalani dan kita dapatkan. Karena kini semuanya hanya seperti air mengalir saja. Sedangkan aku yang ingin berjalan dan berlari di atas badai dan deburan ombak. 

Saat ini hanya dalam keadaan seperti terayun tanpa tantangan. Sudah terlalu nyaman dengan ritme yang jalan cerita hari-hariku saja tertebak, bahkan dengan tanpa tantangan dan rintangan. Semuanya terlalu datar. Tidak ada sebuah harapan lagi untuk hubungan kami. 

Kalau aku meninggalkannya, aku belum siap jika harus sendirian ditengah pengejaranku juga langkah-langkah kecil lainnya. 

Sederhananya adalah aku sedang bosan dalam sebuah hubungan. 

Saling meninggalkan dan ditinggalkan tidak mau dan tidak ada alasan juga untuk kami melakukan itu semua. Apalagi aku bukan tipe orang yang mudah untuk jatuh cinta. 

Dia sudah mengetahui sebuah fakta bahwa aku masih mengangumi orang yang baru dan tidak bisa disebut sebagai orang yang baru juga karena semua ini sudah berlangsung cukup lama. 


Yang aku mau sekarang adalah bertemu dengan orang yang tepat agar aku merasa bisa berfungsi lagi. Dengannya, aku jadi berfungsi lagi dalam perjuangan juga cara mencintai sebagaimana seharusnya orang yang saling mencintai. 

Masa lalu, sejauh apapun aku pergi, aku tidak akan bisa melupakan masa lalu, tapi aku bisa belajar menerimanya dan tetap melanjutkan hidup dengan orang yang baru.


Tapi sayangnya aku belum menemukan alasan yang tepat untuk meninggalkan orang yang lama dan belum menemukan orang yang baru untuk melanjutkan kehidupanku lagi. Karena selebihnya aku hanya sebatas jatuh hati saja. 

No comments:

Post a Comment