Laman

Thursday, 16 May 2024

Jatuh Hati (part 6)

Alun-alun Jonggol, 13-05-23


Seperti yang sudah aku katakan, aku orang yang sangat mudah untuk jatuh hati dengan berbagai macam cara dan alasan, bahkan dengan hal-hal yang sangat sederhana dan mungkin biasa saja bagi orang kebanyakan. Dan uniknya adalah aku tidak pernah melihat keadaan dan latar orang itu seperti apa. 


Ingatanku kembali ke momen lebaran 2023, dimana pada malam takbir aku kembali bertemu dengan teman-temanku yang sudah lama tidak bertemu, juga ada beberapa teman dari teman-temanku yang sebelumnya tidak pernah aku kenal.

Seperti kebanyakan anak remaja pada umumnya, ketika sudah sekian lama tidak kumpul dan bertemu, maka sudah pasti selalu mengadakan acara drink and drunk together. Itu sudah menjadi hal yang biasa bagi kami. 

Aku memang sudah bukan peminum lagi tapi aku  pernah ada di tahap minum itu bukan sesuatu yang akan menghilangkan atau menghadirkan rasa yang berlebihan, istilahnya stay on control. Aku selalu bisa mengontrol apa yang kebanyakan orang tidak bisa kontrol saat sudah kebanyakan minum. 


Tepatnya pada suatu sore menuju malam, salah satu temanku mengajak untuk datang ke rumahnya yang kebetulan tidak terlalu jauh dari rumahku. 

Tapi aku tau kapasitas perasaanku yang selalu tertarik dengan orang-orang yang mempunyai kepribadian yang unik dan menyenangkan bahkan memperlakukanku dengan tidak biasa seperti kebanyakan orang pada umumnya, dari awal pun aku bertanya terlebih dahulu kepada temanku, "apakah ada orang yang tidak aku kenal?"


Karena aku belajar dari pengalaman 4 bulan sebelumnya. Tepat pada saat tahun baru 2023, aku juga pernah bertemu dengan orang baru dan berakhir dengan jatuh hati karena perlakuannya yang menurutku cukup luar biasa kepadaku. Saat orang-orang mengabaikanku ketika aku ingin pulang ke rumah, tapi dia bersedia mengantarkanku. Padahal pada saat itu keadaan dia sedang dalam pengaruh something. Ditengah perjalanan kita hanya berbincang dan basa basi sederhana, berlanjut ke media sosial dan mengobrol kesana kemari yang tidak terlalu jelas. Sedikit membahas tentang keadaan dirinya kala itu. Tebak apa yang terjadi? Aku jatuh hati kepadanya. Memang semudah itu.


Begitupun pada momen lebaran 2023. 

Makanya aku bertanya kepada temanku siapa saja yang ada di sana, apakah ada yang belum pernah aku temui atau tidak. Jawabannya tidak ada. Semua orang yang ada disana aku sudah pernah mengenalnya.

Makanya aku memutuskan untuk berangkat. 

Karena aku takut dengan perasaanku yang semudah itu untuk menyukai, mengagumi dan jatuh hati kepada seseorang dengan perlakuan-perlakuan sederhana mereka.


Ketika aku sampai dan menyapa teman-teman yang sudah datang sebelum aku, ternyata ada satu orang asing tapi tidak begitu asing dalam ingatanku. Dia menyapaku dan bertanya, "A Nugi, nya?" Masih ingat kalimat pertamanya kala itu. 

Dia adalah orang yang sudah lama ingin aku temui tapi terbatas oleh jarak dan waktu juga keadaan. Aku sudah lama mendengar tentangnya, cerita hidupnya, dan sedikit dari perjalanan panjangnya. 

Tapi sebatas itu saja. Karena aku berusaha untuk menghindari langkah selanjutnya yang aku takutkan, yaitu ketertarikan dan yang lebih bahaya adalah ketika aku harus jatuh hati kepadanya. 


Tidak banyak yang kita bahas, karena pada saat itu betul-betul banyak sekali orang. 

Apalagi acara drink and drunk together juga sudah dimulai. Kami semua fokus mengobrol dan  bercanda juga main game bersama. 

Malam semakin larut dan perputaran gelas semakin tidak terhitung lagi sudah berapa banyak yang aku minum.


Kami berdua duduk berdekatan. Beberapa kali aku menolak untuk mengambil jatah gelas karena aku pikir takut berlebihan saja. Apalagi aku harus pulang ke rumah. Tapi tidak mungkin aku menolak jatah itu, karena semua mata tertuju kepadaku. 

Hal simpel dan sangat amat luar biasa sederhana yang dia lakukan untukku pada saat itu adalah dia rela menerima bagian jatah gelasku agar aku tidak sampai drunk. Padahal dia sudah minum banyak bahkan sebelum aku datang sebelumnya.

"A Nugi mah ntos ntong nginum deui bisi mabok." Dan itu berlanjut sampai beberapa putaran hingga jatahku habis. Mungkin memang dia sedang berniat membantu atau mungkin juga agar mendapat efek yang lebih. Apapun niatnya, sederhana apapun yang dia lakukan, tapi yang sampai ke perasaanku tidak se-sederhana itu.


Semua rasa aku simpan. 

Sementara semua rasa itu tersimpan dalam angan, sedangkan perlakuan dan tingkahku tidak bisa aku kendalikan. 

Beberapa kali kami bertemu dan mengobrol bahkan aku pernah mendatangi rumah kedua orang tuanya yang cukup jauh, yaitu di Bekasi hanya untuk bertemu dengannya lagi demi bisa menghabiskan waktu bersama. 

Oh damned!


Sejauh perjalanan jatuh hatiku selama ini, aku memang masih dengan pasanganku yang dari tahun 2017, tapi semua rasa dan hatiku bisa aku simpan dan aku bagikan kepada siapapun yang aku kehendaki. 

Berkali-kali aku bertemu dengan orang yang baru dan berkali-kali juga aku jatuh hati, tapi tidak pernah ke tahap jatuh cinta ataupun hal-hal yang lebih mendalam lainnya. Anehnya aku hanya sebatas nyaman ketika bisa dekat dengan orangnya, dengan dia atau dengan siapapun itu. 

Dilihat dari keadaan yang sebenarnya memang tidak ada yang bisa diteruskan untuk hal yang lebih lagi, karena aku hanya merasakan bahagia ketika bertegur sapa atau saling berbagi cerita juga menjadi salah satu pendengar dari kisah keseharian masing-masing. 


Masih ingat tanggal 13 Mei 2023.

Saat itu kami duduk berdua di alun-alun Jonggol yang tidak jauh dari rumahnya.

Setelah seharian menempuh perjalanan dari Bandung menuju Cikarang, sampai ke rumahnya dan bertemu dengan kedua orang tuanya. Mencari semua informasi tentangnya. Bukan berniat kepo atau bagaimana, aku hanya suka menyimpan berbagai macam hal yang sifatnya pribadi dari orang yang aku suka.


Ditengah rincik hujan, di taman alun-alun kami berteduh dibawah tenda tempat orang yang berjualan. Disertai minuman yang sudah kami pindahkan ke botol minuman yang lain agar mereka yang melihat tidak curiga saat kami meminumnya. 

Kami mengobrol tentang keluarganya, dirinya dan beberapa keinginannya. Begitupun aku yang masih dalam kendali juga tetap dengan segala logika di dalamnya. 

Aku berusaha untuk menjadi penanya dan pendengar yang baik. 

Oh iya, seminggu sebelumnya kami juga sempat bertemu di Bandung dua kali. Bahkan pergi ke tempat hiburan malam. 

Semuanya menyenangkan meskipun pada akhirnya ada kesalahpahaman diantara kami.

Dia yang menganggap bahwa aku menyukai dia dalam artian akan berbuat yang tidak baik atau hal buruk yang mungkin sesuatu diluar nalar yang padahal tidak pernah aku pikirkan sebelumnya.

Tapi tidak apa-apa. Karena aku menjadi tau sifat lain dari dia yang sebelumnya belum pernah aku ketahui.


Dari semua yang pernah terjadi, aku bisa menyimpulkan bahwa aku tidak pernah lebih dari  jatuh hati kepadanya bahkan kepada siapapun orangnya. Karena semuanya benar-benar terbatas sampai di tahap itu saja. 

Yang membuat aku bahagia ketika bersama mereka bukanlah hal-hal yang membingungkan ataupun sesuatu yang akan membuat semuanya menjadi buruk, tapi aku hanya sebatas menyukai kebersamaan, berbagi cerita, meminta solusi, saling membantu, saling mendoakan, dan hal-hal yang dilakukan oleh orang lain pada umumnya. Lagi pula aku masih mempunyai akal sehat dan memiliki kontrol atas apa yang akan dan harus aku lakukan. 

Aku mempunyai perasaan yang bisa aku simpan dan aku kendalikan, juga perilakuku yang tetap dalam aturan. 

Selama tidak keluar dari situasi dan hal yang tidak seharusnya, rasanya tidak perlu untuk dipermasalahkan. Terbukti selama bersama mereka pun aku tidak pernah melakukan sesuatu yang bisa dijadikan alasan untuk men-judge apa yang menjadi keputusanku.


Semuanya masih dalam pikiran dan juga perasaan bukan perbuatan.


---


Tidak ada seorang pun yang boleh dihukum karena apa yang dia pikirkan dan dia rasakan. 

No comments:

Post a Comment